Connect with us

Apa Kabar Kasus Penyiraman Novel Baswedan?

Hukum

Apa Kabar Kasus Penyiraman Novel Baswedan?

ISLAMINEWS – Masyarakat Indonesia tentu bertanya, sejauh mana pengungkapan kasus Novel ini berjalan. Meski polisi sudah menyebar gambar sketsa orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman itu ke berbagai pelosok, namun hingga kini, belum ada tanda tanda akan ditangkap. Polisi seperti mengalami kesulitan.
Kasus Novel menjadi perhatian besar karena terjadi saat Mantan Anggota Polri itu disebut tengah gencar melakukan penyidikan terhadap beberapa kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat. Patut diingat, saat Novel disiram air keras, KPK tengah memeriksa kasus korupsi yang nilai kerugian negaranya tidak sedikit. Novel disebut ikut menjadi bagian dari Tim penyidik tersebut.

Namun, berbagai spekulasi sekitar penganiayaan yang diterima Novel juga tidak selalu tentang aktifitasnya sebagai penyidik senior KPK. Salah satu spekulasi yang sempat menjadi bahan perbincangan di masyarakat adalah soal bisnis jual beli Hijab yang digeluti oleh isterinya. Namun publik kadung tidak begitu mempercayai teori itu, karena aktifitas Novel sebagai penyidik di komisi antirasuah jelas beresiko seperti yang tengah dialaminya. Jadi, jika ada anggapan, motifnya dendam karena bisnis hijab, jelas tidak begitu dipercaya.

Beberapa pekan yang lalu, Ketua PP Pemuda Muhammadyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak mengeluarkan pernyataan yang memantik reaksi dari aparat kepolisian. Dahnil yang dikenal berteman dekat dengan Novel menyebut Polri akan kesulitan memeriksa kasus Novel karena ada yang menghalangi.

Dahnil bahkan secara tegas menyebutkan ada pihak yang sakit hati terhadap Novel Baswedan.

Hingga kini, setelah terhitung bulan berlalu, aparat kepolisian masih belum juga menemukan titik terang, mengenai siapa sebenarnya pelaku biadab yang telah menyiramkan air keras Novel.

Polisi dituntut bekerja lebih keras agar publik tidak makin berspekulasi dengan opini yang tentu saja tidak bagus. Publik terlanjur mencap bahwa pelaku kejahatan yang dialami Novel berkaitan dengan kasus korupsi besar yang tengah ditangani KPK.

Novel adalah seorang anggota Polri sebelum pindah permanen menjadi Penyidik KPK. Polri tentu tidak ingin kasus penganiayaan yang dialami oleh rekannya tidak bisa diungkap. Berat memang mengungkap kasus ini. Namun tidak ada salahnya polri bekerjasama dengan instansi lain untuk mengungkapnya.

Sebab, jika terlalu lama kasus ini tak terungkap akan menambah sumir soal kejelasan kasus ini. Tudingan akan menyebar kemana mana dan tentu hal iti tidak diinginkan oleh semua pihak. Sebab, bisa saja akan menjadi komoditas politik di tahun menjelang pemilihan umum. Wibawa Kepolisian juag dipertaruhkan disini.

Polri harus membuka dan menjelaskan kasus ini kepada publik dan media. Janga terus ditutup-tutupi. Sebab akan menimbulkan kesan ada persoalan lain yang dalam penanganan kasus Novel ini.

Masyarakat menuntut dan menaruh harapan besar agar kasus ini menjadi terang benderang. Sebab, dikasus ini yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas kepolisian di mata publik belakangan ini tengah mendapat sorotan tajam.

Pengungkapan kasus Novel ini akan membuat citra polri akan kembali membaik. Patut dicatat, Polri tengah menghadapi rendahnya kepercayaan publik karena dinilai berat sebelah dalam menyikapi kasus yang dilaporkan kepada mereka.

Pengungkapan kasus Novel Baswedan akan menjadi poin utama bagi Polri guna mengembalikan kepercayaan publik kepada korps baju coklat tersebut.

Novel-pun juga harus mengungkapkan semua dan bekerjasama dengan Polri. Publik menunggu hasilnya. Sebab menunggu hampir setahun itu lama rasanya.

Oleh – Muhammad Rafiuddin Zamzami – politiktoday

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: