Connect with us

Dewan Pakar ICMI: Situasi Sekarang Mirip Jelang G30S PKI

Politik

Dewan Pakar ICMI: Situasi Sekarang Mirip Jelang G30S PKI

ISLAMINEWS.com – Situasi Indonesia sekarang ini mirip keadaan menjelang munculnya G30S PKI, yakni ditandai dengan penangkapan dan teror terhadap ulama, serta suburnya kabar bohong atau hoax.

Peringatan itu disampaikan Dewan Pakar ICMI Anton Tabah Digdoyo (22/03). Menurut Anton, rezim saat itu menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan aspirasi umat Islam.

“Saat hoax subur, rezim malah membuat kebijakan yang sangat bertentangan dengan aspirasi Islam yaitu pembentukan Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom),” beber Anton.

Anton mengingatkan, jelang meletusnya pemberontakan PKI, terjadi penangkapan-penangkapan ulama dan tokoh-tokoh politik yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

“Kasus penistaan agama marak di mana-mana, sehingga lahir SEMA 64, disusul UU NO 1/65 tentang penistaan agama. Akhirnya meletus G30 SPKI,” jelas Anton.

Terkait hal itu, Anton berharap, untuk menangani hoax perlu pendekatan restorative justice. “Polisi tidak perlu kedepankan law enforcement, tetapi cukup dengan pembinaan semua pihak. Jangan pilih kasih dan diskriminatif,” pungkas Anton.

Soal bahaya laten PKI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan PKI sudah bubar. Hadi Tjahjanto memastikan sudah tidak ada lagi kelompok PKI. Kelompok dengan idealisme komunis sudah dibubarkan.

“Nggak ada, PKI itu sudah bubar. Partai komunis itu sudah bubar sama TAP MPR,” kata Hadi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah (20/03).

Pernyataan Hadi Tjahjanto itu menanggapi penegasan mantan Ketua MPR Amien Rais soal PKI. “Pemimpin (Jokowi) mengatakan tahun 1965 baru 4 tahun, mana ada PKI balita. Memang nggak ada, tapi kenapa rezim ini memberikan angin membangkitkan PKI,” kata Amien dalam sebuah diskusi yang digelar di Bandung. [iNews/itd]

Gabung Di Grup Telegram. KIK DISINI
Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik

G+ Official

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]