Connect with us

Heboh! Ojek Bertarif Rp750 Ribu di Sulawesi Selatan, Kenyataannya Jalannya Bikin Ngelu

Nasional

Heboh! Ojek Bertarif Rp750 Ribu di Sulawesi Selatan, Kenyataannya Jalannya Bikin Ngelu

ISLAMINEWS.com – Arya Opha warga Kota Makassar cukup kaget saat melakukan perjalanan melintasi jalan poros provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dipenuhi jalan dengan medan yang sangat sulit bahkan terbilang ekstrim.

Karenanya, banyak warga yang akan melewati jalan ini harus menggunakan ojek dari warga setempat dengan tarif yang sangat fantastis yakni Rp750 ribu.

Harga tersebut tentu sesuai dengan medan yang dilalui para pengemudi ojek, mulai dari jalan berlumpur dengan genangan air mencapai dua meter, serta jalan tebing dengan jalur yang hanya cukup dilalui untuk sepeda motor saja.

Jalan rusak tersebut sudah berpuluh tahun tanpa adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi, bahkan terkesan jalan yang menjadi jalur masyarakat setempat terkesan dibiarkan begitu saja.

Lokasi tersebut terletak di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Kawasan tersebut juga dikenal dengan pembangunan PLTA oleh PT. Seko Power Prima di wilayah Masyarakat Adat Amballong.

“Iya kejadiannya sudah berpuluh – puluh tahun dan terkesan menjadi pembiaran oleh pemerintah daerah dan provinsi. Tak tanggung harga sewa ojeknya saja mencapai Rp. 700 ribu hingga Rp. 750. Ribu. Menurut saya kejadian ini sudah menjadi kejadian yang luar biasa dan patut menjadikan perhatian khusu sendirinya,”kata Arya.

Sesaat setelah keluar dari Kecamatan Limbong, kata Arya dengan jarak kurang lebih 70,5 kilometer memasuki kawasan jalan poros milik provinsi Sulsel ini sudah nampak hancur dan tak ada sama sekali perhatian dari pemerintah setempat.

Warga yang berada dmembekhuSeko sendirinya terpaksa harus merombak penuh motor mereka agar dapat melintasi jalan poros provinsi tersebut. Arya membeberkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terpaksa harus mempertaruhkan nyawanya dengan melalui jalan terjal berlumpur tanpa adanya rem belakang pada motor hasil modifikasi tersebut.

“Mereka harus melalui tanjakan, bahkan jalan terjal dan berlumpur tanpa menggunakan rem belakang yang khusus selain itu juga tak memakai standar atau kuda – kuda untuk menyangga kaki,”bebernya.

Kawasan terpencil dengan 12 desa yang mengelilingi lokasi tersebut. Perkampungan itu juga lanjut Arya dipercayai sebagai kaki langit untuk jantung Sulawesi Selatan yang berda tepat dibawah Pegunungan Kambuno yang berada 2.985 meter di atas permukaan laut.

Masyarakat setempat juga diketahui menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam hingga berternak. Selain memiliki kopi dengan cita rasa terbaik, mereka juga di percaya memiliki hasil kebun kakao yang diwariskan oleh leluhur.  [iNews/okz]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]