Connect with us

Innalillah… Ada 350 Gadis Indonesia Lelang Keperawanannya di Situs Jerman!

Nasional

Innalillah… Ada 350 Gadis Indonesia Lelang Keperawanannya di Situs Jerman!

Oleh: Tikarashalihah

Entah apa yang cocok untuk melukiskan rasa ini. Kerusakan terjadi dimana-mana, bahkan dalam segala bidang. Mulai dari bidang ekonomi seperti kemiskinan, sosial yang melahirkan para individualis, pendidikan yang kerang maksimal dalam memperbaiki moral anak bangsa, dan bidang lainnya.

Terbaru, 350 Gadis Indonesia melamar ke Situs Lelang Keperawanan Cinderella Escorts yang berpusat di Jerman, demikian dikutip Tribunnews.com, Sabtu (31/3).

Hal ini sungguh miris!

Inilah kerusakan moral, kebobrokan akhlak dan dangkalnya aqidah. Kerusakan yang terjadi bak jamur dimusim penghujan, tumbuh subur dimana mana. Kenakalan-kenakalan yang bermunculan layaknya jalan yang tidak ada putusnya.

Apa yang akan terjadi dengan negara ini, ketika para gadis berduyun-duyun memburu suatu pekerjaan yang jelas-jelas hina. Mereka rela memberikan kehormatannya kepada laki-laki yang jelas-jelas tidak halal untuk menikmatinya.

Padahal, perempuan adalah arsitek peradaban. Sebab, perempuanlah yang akan melahirkan tokoh-tokoh besar.
Maju dan mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh para perempuan. Bahkan tokoh-tokoh besar tidak mungkin lahir dari perempuan yang miskin ilmu, miskin akhlak dan rusak moralnya. Tidak percaya?

Kita bisa melihat kisah hidup para ulama dan tokoh-tokoh besar. Mereka lah yang menjadi pembimbing dan panutan umat. Sebut saja Imam Asy-Syafi’i, Imam Malik, Muhammad Al Fatih dan masih banyak tokoh penting lainnya.

Apakah sebab kehebatan mereka dalam menjadi panutan umat adalah karena kepintaran mereka saja? Tidak. Dibalik kehebatan para tokoh besar ada campur tangan kehebatan seorang ibu dalam mendidik mereka.

Ibu mereka lah yang mendidik dan menanamkan karakter mulia kepada mereka. Ibu mereka menanamkan dasar-dasar agama dan pokok-pokok akidah Islam yang akhirnya melahirkan pribadi-pribadi mulia sehingga mencapai kegemilangan peradaban sehingga dicatat rapih oleh tinta sejarah. Bahkan karya-karya mereka bisa dinikmati oleh umat hingga saat ini.

Generasi itulah generasi yang kokoh imannya dan mulia akhlaknya, bukan generasi yang mudah terombang-ambing tak berprinsip, mengalir bersama zaman. Bahkan terbang bersama hembusan angin pemikiran seperti saat ini.

Lantas, apa yang kini kau pikirkan para gadis?

Hentikan itu, kembalilah!

Bukankah sudah jelas bahwa Allah melarang perbuatan hina itu dalam Al Qur’an?
Allah berfirman dengan tegas di dalam QS. Al Isra ayat 32:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuat yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

Apa yang akan terjadi ketika hal ini dibiarkan? Tentu ketahanan keluarga dan umat saat ini akan rusak, bahkan bisa mengancam ketahanan suatu bangsa.

Ketika kita menanyakan akar penyebab mereka melakukan hal yang hina itu apa? Maka ada berbagai macam penyebabnya sehingga mereka melakukan semua ini. Masalah ekonomi, standar hidup yang semakin mewah bahkan karena lemahnya ketahanan iman yang dibentuk dalam sebuah keluarga. Lantas siapa yang harus kita salahkan?

Ya inilah buah dari sistem yang mau menyaingi sistem Islam. Sistem Islam sudah teruji kebenarannya, yang dibuat langsung oleh Sang Maha Pencipta.


Ya, inilah akibat dari racun yang telah disebarkan oleh sistem kapitalisme-sekular yang berhasil membuat masyarakat menjadi sosok Hedonis.

Hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kenikmatan dan kesenangan adalah tujuan utama dalam hidup. Orang yang menganut paham ini akan terus berusaha mencari kesenangan sebanyak mungkin untuk menghindari perasaan yang menyakitkan.

Mereka menganggap bahwa hidup hanyalah sekali, maka nikmatilah hidup, nikmati sepuas-puasnya demi memenuhi nafsu dalam diri.

Sistem ini pun telah melahirkan sosok liberalis yang mencari kesenangan itu sebebas bebasnya, tanpa memikirkan halal/haram, baik/buruk. Mengikuti hawa nafsu yang terus muncul.
Padahal, sejatinya nafsu adalah sebuah keinginan tanpa akal, kerugianlah yang akan didapatkan manakala mengikutinya.

Keinginan dan nafsu ini bahkan terus dipupuk untuk muncul salah satunya melalui tontonan-tontonan yang jelas-jelas kurang menuntun. Dampak dari tontonan tersebut sangatlah luar biasa pengaruhnya terhadap sikap dan gaya hidup kedepannya.

Tapi itulah hedonis, itulah liberalis. Kesenangan dan kebebasanlah yang mereka cari. Apapun itu, asalkan happy maka akan dilakukan, bahkan dikejar bagaimanapun caranya.

Buka mata, rasakan dan sadarilah!
Bukankah kita percaya Tuhan, dan Allah lah Tuhan kita. Allah tidak mungkin hanya menciptakan manusia lalu membiarkannya. Jika demikian betapa dzolim nya Allah.

Tapi tidak, Allah tidak begitu, Allah telah menciptakan manusia sekaligus memberikan seperangkat aturan yang begitu lengkap, bahkan tanpa cacat, yang bisa manusia gunakan untuk menyelesaikan segala problematika yang terjadi.

Sistem kapitalisme-sekular telah terbukti gagal dalam menyejahterakan apalagi memuliakan dan melindungi manusia khususnya perempuan, maka sekarang saatnya menguji kemampuan sistem Islam, saatnya kembali kepada sistem yang akan memuliakan dan mensejahterakan kaum perempuan.   [iNews/MO]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: