Connect with us

Kapolri: Perbuatan Kelompok Penyebar Hoax, MCA dan Saracen Bermotif Politik

Nasional

Kapolri: Perbuatan Kelompok Penyebar Hoax, MCA dan Saracen Bermotif Politik

ISLAMINEWS – Perburuan terhadap kelompok penyebar hoax Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA) terus berlanjut. Diketahui, salah satu pelaku berada di Hong Kong.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada sisa kelompok Saracen di Hong Kong. Sempalan Saracen itu turut serta bersama kelompok Muslim Cyber Army (MCA) memanipulasi fakta serta menyebarkan isu SARA, hoax, dan ujaran kebencian.

“Ada keterkaitan antara peristiwa isu (penyerangan ulama) yang berkembang di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Yogya. Siapa menaikkan isunya, mereka terkait satu sama lain. Terkait juga dengan sisa Saracen yang ada di Hong Kong,” kata Tito di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Tito mengatakan, kelompok itu berusaha menciptakan isu nasional di mana ada serangan sistematis terhadap ulama. Kemudian kelompok ini membuat isu seolah pelakunya adalah kelompok penganut paham komunis.

“Itu jadi menjadi isu nasional sehingga publik terpengaruh opini bahwa telah terjadi penyerangan yang sangat sistematis dengan target ulama. Dan kemudian kambing hitamnya terhadap kelompok tertentu, PKI,” ujar Tito.

Tito mengatakan latar belakang tindakan kelompok Saracen dan MCA adalah ingin membuat opini di tengah masyarakat di mana pemerintah seolah tak kredibel menjalankan tugasnya. Ujungnya, masyarakat menuntut adanya pergantian pemerintahan.

“Isu media sosial ini kita dalami lagi, apa motifnya terjadi serangkaian serangan udara (dunia maya). Setelah didalami komunikasinya, tujuannya agar pemerintah dianggap tidak kredibel, kemudian supaya nanti ada pergantian pemerintahan dan lain-lain. Berarti motif politik,” imbuhnya.

Tito pun melihat berkembangnya hoax seperti itu membawa keuntungan bagi kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan pemerintah saat ini. Tito menyebut contoh kelompok yang diuntungkan adalah penganut ideologi khilafah.

“Dan kita juga melihat ini terkait dengan kelompok-kelompok yang tidak nyaman dengan sistem negara ini. Contoh kelompok khilafah,” tutur Tito. [iNews/kric]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: