Connect with us

Kata Ustadz Abdul Somad, Ayat Tentang Utang Paling Panjang dalam Alquran

Khazanah

Kata Ustadz Abdul Somad, Ayat Tentang Utang Paling Panjang dalam Alquran

ISLAMINEWS.COM – TERLEPAS dari perbedaan pandangan politik yang disampaikan Ustadz Abdul Somad, tausiahnya tentang berutang dinilai jemaahnya sangat menginspirasi. Terlebih, soal batas waktu pembayaran ataupun penghapusan utang seseorang.

Lewat akun Instagramnya @ustadzabdulsomad, Senin (26/7/2018), dirinya memaparkan utang merupakan permasalahan penting dalam Islam. Karena itu, pembahasan utang dijabarkan sangat panjang dalam Alquran, melampaui tata cara beribadah serta surga dan neraka.

“Bagaimana cara menegur orang yang punya hutang, padahal sudah bolak balik menagihnya? Ayat yang paling panjang dalam Al Qur’an, bukan ayat tentang surga, neraka, puasa, haji. Tapi Al Baqarah 282 ayat tentang hutang,” ulasnya.

Karena itu, hal pertama dalam berutang digunakan perjanjian. Sebab, menurutnya banyak orang terkena amnesia mendadak ketika berurusan dengan utang.

“Maka yang pertama pakai surat, karena orang lupa ingatan. Banyak orang kena amnesia kalau sudah cerita hutang,” tegasnya.

“Kamu bayar kapan? Tanggal 1 Mei. Tahunnya, tahunnya harus jelas. Karena banyak Mei, maybe yes-maybe no. Sampai tanggalnya kita tagih. Nih 1 Mei 2018, kapan? (bayar utang). Waduh aku dalam keadaan kesulitan. Tiba-tiba ini kredit macet. Stop jangan lanjutkan, aku tidak sampai hari mendengarnya,” paparya.


MENAGIH HUTANG Swipe ke kiri • • Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 282: يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَدَايَنۡتُمۡ بِدَيۡنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكۡتُبُوۡهُ… “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” • • Subscribe channel Youtube: Tafaqquh Video Twitter: @TafaqquhOnline

Apabila seseorang mengaku tidak mampu, UAS menegaskan penagihan tidak boleh dilanjutkan. Namun, batas waktu pembayaran utang ditegaskannya harus tetap ditentukan.

“Jangan lanjutkan! Tunggu sampai dia mampu. Kamu maunya kapan? Saya mampunya 1 Oktober. Lima bulan ya, Mei sampai Oktober. 1 Oktober kita tagih lagi, kapan? (bayar hutang). Waduh aku belum mampu lagi,” ceritanya.

Dalam Surat Al-Baqarah dijelaskan, apabila seseorang tidak mampu membayar utang, pemberi utang dapat mengikhlaskan. Utang tersebut, katanya, akan menjadi sedekah bagi pemberi utang.

“Kalau kamu sedekahkan itu lebih baik. Daripada aku habis minyak kemari nagih, udah ambil dah. Tapi yang menghafal ayat ini (Surat Al-Baqarah) harus yang memberi pinjaman, bukan yang meminjam. Sekarang ini banyak yang hafal ayat ini yang minjam. Ketika kita mau nagih, kapan bayar? (Baca surat Al-Baqarah), Itu ayat untuk saya, bukan buat kamu,” ungkapnya bercanda.

Postingan rekaman suara ketika dirinya menghadiri suatu acara itu dirangkumnya dalam status. Dalam waktu sekitar 13 jam sejak diposting pada Minggu (15/7/2018) malam, postingannya disukai sebanyak 79.675 dan dikomentari 1.370 netizen.

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 282: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya,” tulis UAS dalam status Instagramnya @ustadzabdulsomad pada Senin (16/7/2018).

“Syukron ustaaaz ilmunya. Ya ssalaam,” tulis Rudi lewat akun @rudikhairuddin23.

“Maasyaa Allah, Syukron @ustadzabdulsomad Jazaakallaah khairon. Dapat ilmu sekalian ngakak juga pagi,” tambah @chicha2didinding. (iNews/tnc)

Loading...

Incoming search terms:

  • ceramag usradag mupybu

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top