Connect with us

Kivlan Zen: MCA Membela Umat Islam, Mengantisipasi Bahaya PKI

Nasional

Kivlan Zen: MCA Membela Umat Islam, Mengantisipasi Bahaya PKI

ISLAMINEWS – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menanggapi ramainya pembicaraan soal kelompok Muslim Cyber Army (MCA).
Menurut Kivlan, MCA bukan kelompok penyebar ujaran kebencian dan hoaks seperti yang diyakini polisi selama ini. Mereka, kata Kivlan, justru sedang membela umat. MCA malah berbuat baik mengajak masyarakat mewaspadai kebangkitan komunisme.

“(MCA) Ini untuk membela umat Islam dan mengantisipasi bahaya PKI,” ujar Kivlan kepada JawaPos.com, Sabtu (3/3).

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat era Orde Baru ini menambahkan, dirinya sudah mengetahui isi pesan dari MCA. Kivlan meyakini kabar-kabar yang disebarluaskan MCA ini benar adanya.

“Sebagian besar isinya benar,” kata Kivlan.

Meski demikian dia juga mengakui ada sebagian kabar yang disebarkan MCA memang tidak benar.

“Tetapi sebagian enggak. Jadi, enggak semuanya hoax. Ada juga yang benar,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kabar MCA terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), Kivlan menegaskan tuduhan tersebut salah alamat.

“Itu bukan (bagian dari PKI). Bukan PKI,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelejen Keamanan (Dit Kamsus BIK) membekuk anggota dari kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam grup WhatsApp ‘The Family MCA’.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (26/2) secara serentak di lima kota; Jakarta, Bandung, Bali, Pangkal Pinang, dan Palu. Dari penangkapan tersebut, enam orang sudah dinyatakan sebagai tersangka.

Adapun konten-konten yang kerap disebarkan oleh grup ini adalah soal isu kebangkitan komunisme, penculikan ulama, pencemar nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu. [iNews/jpi]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: