Connect with us

Masjid di Amsterdam Diteror dengan Mayat Palsu yang Dipenggal

Internasional

Masjid di Amsterdam Diteror dengan Mayat Palsu yang Dipenggal

ISLAMINEWS – Kelompok sayap kanan di Belanda meneror warga Muslim dengan meninggalkan mayat palsu yang dipenggal di pagar masjid di Amsterdam. Tindakan itu untuk memprotes “Islamisasi” di Belanda.

Kepolisian Amsterdam sedang menyelidiki kasus ini. Kelompok yang meneror komunitas Muslim ini menyebut dirinya “Right in Resistance”.

Mereka mengunggah gambar-gambar mayat palsu berlumuran darah yang dipenggal dan digantung di pagar masjid. Sebuah pesan tertulis disematkan di dada mayat palsu tersebut.

“Islam tidak dapat dipisahkan dari pemenggalan brutal, Islamisasi harus dihentikan, tidak ada masjid agung Diyanet di Noord, yang terhubung dengan diktator Erdogan,” bunyi catatan berbahasa Belanda yang diterjemahkan Dutchnews.nl, yang dilansir Jumat (19/1/2018).

Diyanet yang disebut dalam pesan itu adalah Direktorat Agama Turki.

Media Belanda tersebut melaporkan bahwa sebuah masjid baru yang cukup luas untuk menampung 600 orang telah mendapat persetujuan dari pejabat kota.

Isu Islamisasi di Belanda saat ini sedang menjadi sorotan. Duta Besar AS yang baru untuk Belanda; Pete Hoekstra, baru-baru ini mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan sejumlah media Belanda tentang rekaman yang diduga suaranya, di mana dia mengklaim bahwa Belanda memiliki ”zona tidak aktif” karena gerakan Islam.

Ketika ditanya tentang komentar tersebut, Hoekstra dengan cepat menjawab, ”Saya tidak mengatakannya, itu sebenarnya adalah pernyataan yang salah. Kami menyebutnya sebagai berita palsu, saya tidak pernah mengatakannya, bukan itu yang saya katakan.”

Rekaman yang ditunjukkan oleh media menunjukkan Hoekstra mengatakan; ”Gerakan Islam sekarang telah sampai pada titik di mana mereka telah membuat Eropa kacau. Kekacauan di Belanda, ada mobil yang terbakar, ada politisi yang sedang dibakar, dan ya ada zona larangan terbang di Belanda.” [INC/snc]

Gabung Di Grup Telegram<>. @T.ME/ISLAMINEWSCOM
Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Internasional

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[Close Klik 2X]