Connect with us

Menggapai Rida Allah Swt dengan Menjalankan Pesan Baginda Nabi Saw

Khazanah

Menggapai Rida Allah Swt dengan Menjalankan Pesan Baginda Nabi Saw

ISLAMINEWS – Dalam kehidupan di dunia ini kita sebagai manusia ditugaskan untuk mengenal dan beribadah kepada sang pencipta. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah Swt dalam Alqur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Selain itu perjalanan suatu kehidupan manusia di dunia ini dipenuhi dengan lika-liku, serangkaian cobaan ujian peringatan datang silih berganti bersamaan dengan tugas mereka sebagai kholifah dimuka bumi ini. Hal tersebut memerlukan banyak hal untuk tetap tegar mengarungi samudera kehidupan menuju alam keabadian.

Suatu ketika Baginda Nabi Saw bertemu dengan salah satu sahabatnya yang bernama Abu Dzar Alghifari Ra dan Bagina Nabi Saw memberikan empat pesan kepadanya :

يا ابا ذار جدد السفينة فإن البحرعميق

“Wahai Abu Dzar, perbaruilah bahteramu, karena lautan ini teramat dalam.”

Memperbarui bahtera maksudnya adalah memperbarui niat karena pada dasarnya ibadah seseorang sangat tergantung pada niat atau pun tujuanya. Agar tidak mudah goyah atau pun tersesat karena lemah atau salah dari niat seseorang tersebut.
Ibarat sebuah perahu, kapal atau kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan jauh haruslah di perbaharui dahulu agar selamat dari kerusakan di tengah jalan.

وخذ الزاد كاملا فإن السفر بعيد

“Persiapkanlah bekal yang cukup, karena perjalanan ini teramat jauh.”

Bekal yang dimaksud adalah ilmu serta amal yang memadai untuk perjalanan akhirat yang sangatlah jauh. Jika diibaratkan sebuah mobil yang digunakan untuk perjalanan jauh haruslah di bekali dengan bahan bakar yang cukup agar tidak kehabisan ditengah jalan, dan bahan bakar untuk perjalanan akhirat adalah amal-amal ibadah yang kemudian menjadi tabungan spiritual.

وخفف الحمل فإن العقبة كعود

“Ringankanlah beban bawaanmu, karena pendakian ini akan sangat melelahkan.”

Beban yang dimaksud adalah hal-hal yang bersifat duniawi yang kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat seperti kekayaan , jabatan kehormatan dan lain sebagainya.

Hal tersebut ibarat sebuah beban untuk kendaraan yang akan melewati tanjakan yang terjal atau curam yang sangat berat untu dilewati sehingga sangat ditakutkan jika kendaraan tersebut tidak sanggup naik ke atas bahkan akan terjun kebawah karena beban yang terlalu berat.

واخلص العمل فإن الناقد بصير

“Murnikanlah (ikhlaskanlah) perbuatanmu, karena yang Maha meneliti (Allah) teramat jeli mengamatimu.”
Dalam sebuah perjalanan tujuan akhir sangatlah penting, demikian pula perjalanan akhirat. maka seseorang harus meneliti amal-amal mereka karena tujuan mereka semata mata adalah Ridha Allah Swt dan Allah Swt Maha Mengetahui tentang tujuan amal-amal manusia.

Jika amal tersebut tepat atau ikhlas maka akan sampai pada keridhaan Allah Swt. dan jika tidak, maka akan tersesat dalam kesengsaraan di akhirat.

Maka dari keempat hal diatas maka para kaum mukminin benar-benar harus mempersiapkan diri, baik tekad ataupun tujuan. Dan bekerja keras untuk perjalanan akhirat, serta meminimalisir beban mereka, untuk memperkecil resiko di kemudian hari, juga selalu waspada dari semua gangguan dan tipuan ditengah jalan agar selamat sampai pada ridha Allah Swt tempat kembali manusia. (Wallahu a’lam). [iNews/akt]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: