Connect with us

Nasib Malang Penjual Es, Temukan Tas Pak Polisi, Malah Didakwa Mencuri Pistol

Hukum

Nasib Malang Penjual Es, Temukan Tas Pak Polisi, Malah Didakwa Mencuri Pistol

ISLAMINEWS.com – Mungkin ini yang disebut niat baik tidak selalu disambut baik. Seperti kisah Si Upik, pedagang es keliling di daerah Serangan, Denpasar Selatan. Dia menemukan tas milik anggota Polisi. Kemudian dia mengembalikannya. Tapi belakangan dia malah menjadi tersangka. Bahkan kini duduk di kursi pesakitan dan didakwa mencuri pistol Polisi.

Nasib sial tengah menimpa Mohammad Rofiq. Pria usia 32 tahun yang sering dipanggil Upik ini harus keluar berurusan dengan hukum dalam berapa bulan terakhir ini. Mulai dari Polisi, Jaksa, dan yang terakhir ini duduk di dalam persidangan sebagai seorang terdakwa.

Aktivitasnya sebagai pedagang es keliling pun stop sementara waktu. Selama berapa bulan ini, pria yang tinggal di Jalan Suwung Batankendal, Desa Suwung Batankendal, Denpasar Selatan ini keluar masuk tahanan. Bahkan sekarang seminggu sekali datang ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk menjalani sidang.

Sidang terakhir yang dia ikuti berlangsung pada Selasa (10/4). Saat itu sidang diisi dengan agenda eksepsi. Menyampaikan keberatan atas dakwaan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Mungkin Upik sendiri masih bingung. Bagaimana dia tiba-tiba begitu saja dituduh, bahkan didakwa mencuri pistol berikut pelurunya serta beberapa barang berharga milik anggota Polisi yang tugas di Polda Bali. Dia dijerat dengan Pasal 362 KUHP yang ancaman maksimalnya 5 tahun penjara.

Dalam pembelaannya yang disampaikan oleh tim pengacaranya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang terdiri dari I Made Bagus Suardana, Nur Sodiq, dan Erma Lisnawati disebutkan, terdakwa sama sekali tidak mengetahui perihal pencurian pistol yang didakwakan kepada dirinya.

Sekalipun terdakwa mengakui bahwa pada Selasa pagi tanggal 5 Desember 2017, sekitar pukul 09.30, dia menemukan tas hitam berisi secarik kertas yang bertuliskan nama korban Ketut Juniarta (polisi berpangkat Aipda dan tugas di Unit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Bali) di terpal rombong tempatnya berjualan di wilayah Serangan, Denpasar Selatan.

“Bukan kartu pengenal milik korban atas nama Aipda I Ketut Juniarta seperti yang tertera dalam dakwaan,” tandas Bagus Suardana.

Karena menemukan itu, terdakwa pun berinisiatif dan minta saran kepada Surata, seorang temannya yang kebetulan berprofesi sebagai anggota polisi di Polresta Denpasar. “Tujuannya minta saran. Sebaiknya apa yang dia lakukan dengan barang temuannya itu,” imbuhnya.

Sore harinya, sekitar pukul 17.00, sepulang dari berjualan, terdakwa menelepon pemilik tas itu. Menyampaikan bahwa dia menemukan tas tersebut di tempatnya berjualan. “Sekitar pukul 19.30, korban bersama anggota lainnya datang ke tempat Upik,” jelasnya lagi.

Awalnya, pertemuan itu biasa-biasa saja. Bahkan, terdakwa diajak makan di Lapangan Pegok. Tapi, saat makan itulah, korban tiba-tiba mengaku kehilangan dua ponselnya. “Kami selaku pengacara menduga bahwa itu hanya dalih korban agar bisa menggeledah kos untuk mencari pistolnya yang hilang,” ujarnya berasumsi.

Sekalipun barang-barang yang ditemukan sudah dikembalikan, ternyata laporan kehilangan itu tetap berlanjut. Bahkan, menjadi pencurian. Dan, Upik malam itu juga ditahan.

Yang membuat pihak pengacara heran, sekitar satu bulan lebih kemudian, pelaku pencurian pistol korban akhirnya tertangkap. Pelakunya Riyan alias Donal yang ada sangkut pautnya dengan kasus pencurian di daerah Karangasem.

Selain itu, sambung dia, pengakuan korban soal tempat hilangnya pistol selalu berubah. “Pertama korban mengaku di rumahnya. Kemudian belakangan di rumah ibu angkatnya di Jalan Tukad Balian. Jadi mana yang benar? Ini yang membuat kami ambil kesimpulan ada yang tidak wajar dalam kasus ini,” tukasnya.

Karenanya, dia berharap pembelaan yang disampaikan dalam sidang pada Selasa (10/4) yang lalu mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan majelis hakim yang diketuai I Gde Ginarsa. Rencananya, sidang terhadap Upik akan berlanjut minggu depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan saksi-saksi.   (iNews/jpc)

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
shares
%d blogger menyukai ini:
[Close Klik 2X]