Connect with us

Ngakak!! Pelaku Hipnotis Malah Kena Tipu Korbannya

Peristiwa

Ngakak!! Pelaku Hipnotis Malah Kena Tipu Korbannya

ISLAMINEWS – Pelaku hipnotis selalu mencari peluang dengan mengincar korban yang tengah melamun atau tak konsentrasi. Namun, ada pengakuan menarik dari dua tersangka kejahatan dalam angkutan kota dengan modus hipnotis. Dua pelakunya, Ameridi, 43 dan Nuryono, 35, mengaku ditipu oleh korbannya.

Kejadian ini terjadi saat dua tersangka yang tinggal di Desa Karangagung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan itu beraksi di Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan.

Berbekal besi kecil berwarna emas berisi kertas merah dengan tulisan arab seharga Rp 15 ribu, keduanya mencari sasaran. Korbannya adalah seorang ibu.

Menurut Ameridi, saat itu mereka menawarkan jimat senilai Rp 58 juta. Ia menyatakan barang tersebut bisa membuat utang yang dimiliki lunas atau pelaris usaha.

Karena tertarik, korban memberikan uang Rp 800 ribu sebagai tanda jadi. Kemudian ia meminta kedua tersangka menunggu karena dirinya hendak mengambil uang di ATM.

”Kami disuruh menunggu sama ibu itu. Katanya mau mengambil uang di ATM. Ternyata kami ditipu. Ibu itu tidak kembali menemui kami,” kata Ameridi seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Sabtu (27/1).

Tak mau tertipu lagi. Aksi kedua dilakukan di dalam angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa, sebelum mereka diamankan, Kamis (25/1). Saat itu, Ameridi mengaku sebagai polisi dan Nuryono menawarkan jimat.

”Saya bertugas meyakinkan ibu itu untuk membeli jimat. Saya menerangkan bahwa besi kecil itu merupakan emas asli. Jika digadaikan, nilainya bisa mencapai Rp 100 juta ke atas. Tapi kalau beli sama Nuryono, hanya Rp 58 juta,” ujarnya.

Korban yang bernama Neneng Idawati, warga Jalan Kopi, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung menyerahkan uang Rp 8 juta. Namun, aksi kedua tersangka itu terbongkar setelah ada warga yang melapor ke pos polisi Mal Bumi Kedaton.

Ameridi mengatakan, ia dan Nuryono datang ke Bandar Lampung berbekal dua besi yang dibeli seharga Rp 15 ribu satu batang. ”Modal kami cuma Rp 30 ribu (untuk membeli besi),” ujarnya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sebab ada dugaan, tersangka pernah beraksi di tempat lain.

”Tersangka mengaku tidak mengetahui isi benda yang ditawarkan kepada korban. Mereka hanya bilang benda itu emas asli dan isinya rajah super,” pungkas Harto.

Loading...

Comments

comments

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Peristiwa

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: