Connect with us

Terjadi Lagi! Orang Gila Tertangkap Basah di Masjid Bawa Sajam, Umat Islam Harap Jaga Ulama

Nasional

Terjadi Lagi! Orang Gila Tertangkap Basah di Masjid Bawa Sajam, Umat Islam Harap Jaga Ulama

ISLAMINEWS – Setelah terjadi kasus penganiayaan ulama dalam rentang waktu sepekan. Yang menyebabkan pimpinan pondok pesantren Al Hidayah (Santiong), Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kiai Umar Basri terluka parah dan komandan brigade Persatuan Islam (Persis) Wafat.

Dimana dua-duanya diketahui diserang oleh pelaku yang disinyalir sebagai orang gila atau tidak waras.

Baru sehari, kini kembali terjadi modus yang sama persis. Orang gila, sasaran ulama, dilakukan di waktu subuh, dan di wilayah Bandung. Namun kali ini aksi tersebut berhasil digagalkan oleh warga.

Dikutip dari akun facebook Gunawan Gunawan yang memposting aksi warga yang memergoki orang yang diduga gila sedang mengincar ustad dan DKM masjid di daerah Sadang Desa Cicunuk, Cileunyi, Bandung.

Ada 2 orang seperti orang gila di Sadang desa Cinunuk,1 orang diamankan warga dan diserahkan ke polisi yang 1 orang lari.

Muncul malam diawasi waktu subuh ke mesjid ternyata mereka mencari dkm dan ustadz, langsung ditangkap warga ternyata membawa sajam.

Remaja Masjid harap membentuk team perlindungan untuk para ustadz diwilayahnya. Lindungi para ulama dan kyai.

Mengingatkan Pada Era PKI dan Orde Baru

Tentu aksi teror dan pembunuhan pada ulama mengingatkan kita pada sejarah kelam yang pernah terjadi pada bangsa ini.

Tercatat, antara tanggal 18 higga 21 September 1948, FDR/PKI telah membunuh pejabat-pejabat negarta baik sipil maupun militer, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh pendidikan, bahkan tokoh agama.

Baru pada tahun 1950 awal Januari, setelah PKI dilumpuhkan, sumur-sumur ‘neraka’ yang dighunakan untuk mengubur para korban dibongkar oeh pemerintah yang juga disaksikan langsung oleh masyarakat.

Di salah satu sumur ‘neraka’, di sumur tua Desa Soco, ditemukan sekitar 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 diketahui dan berhasil diidentifikasi sementara sisanya tidak.

Salah satu yag dapat diidentifikasi itu adalah jenazah KH Soelaioman Zuhdi Affandi, pimpinan Ponpes Ath-tohiri Mojopurno, Magetan.

Kemudian lainnya ada Kyai Imam Mursjid Muttaqin, Mursyid Tarikat Syattariyah Pesantren Takeran. Ada juga Kyai Zoebair, Kyai Malik, Kyai Noeroen dan Kyai Moch Noor.

Jasadnya ditemukan di Sumur ‘neraka’ II Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Di sumur yang sama ditemukan juga jasad R Ismaiadi, Kepala Resort Polisi Magetan, R Doerjat (Inspektur Polisi Magetan), Kasianto, Soebianto, Kholis, Soekir (keempatnya anggota Polri), dan masih banyak pejabat serta ulama lainnya.
Aksi Ninja yang Memburu ‘Dukun Santet’

Sepanjang tahun 1998, masyarakat NU di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi dan sekitarnya, mengalami kegetiran luar biasa. Di kantong-kantong NU di wilayah ini terjadi gelombang pembunuhan atas guru-guru ngaji NU.

Pembantaian tersebut memakai kedok “menghabisi dukun santet”. Para pembunuhnya adalah orang-orang misterius dengan berpakaian ninja.

Gelombang pembunuhan berantai ini menimbulkan provokasi di kalangan msyarakat bawah NU. Tujuannya agar masyarakat melakukan tindakan kekerasan. Provokasi ini tidak berhasil secara baik.

Awalnya pembunuhan dilakukan terhadap dukun santet oleh orang-orang terlatih. Mereka bergerak cepat dari kampung ke kampung. Sang pembantai segera setelah itu menghilang.

Tampak sekali para pembunuhnya adalah pasukan terlatih. Hanya ada dua kemungkinan, mereka yang terlatih adalah para jawara atau pasukan khusus militer.

Segera setelah itu, pembunuhan beralih terhadap guru-guru ngaji di kalangan Nahdliyin. Hal ini tentu menimbulkan keresahan, simpang siur, saling tegang, dan curiga di kalangan bawah NU.

Atas kejadian getir itu, PWNU Jawa Timur membentuk Tim Investigasi PWNU. Tim ini diketuai oleh Choirul Anam. Tim melakukan investigasi berbulan-bulan untuk mengungkap kejahatan pembantaian atas para ngaji NU ini.

Data dan fakta yang berhasil dikumpulkan benar-benar menggetirkan. Korban tewas jumlahnya sangat fantastis, yaitu 253 orang. Mereka dibantai di desa-desa di tujuh kabupaten di Jawa Timur.

Secara bergelombang pembantaian dilakukan di Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Pamekasan, dan Sampang. Korban tewas terbanyak ada di Banyuwangi, yaitu 148 orang.

Dalam temuan Tim, mereka yang mati dibantai secara sadis. Ada yang digantung, dijerat dengan tali, dibakar bersama rumahnya, dipukuli lalu dibacok, dibakar dengan bensin, dan dianiaya massa.

Sebagian besar yang mati itu adalah para guru ngaji dan warga NU. Bahkan di antaranya ada pengurus ranting NU dan pengurus masjid. [iNews/imc]

Gabung Di Grup Telegram. KIK DISINI
Loading...

Incoming search terms:

  • media umat News terbaru : orang gila kriminalisasi ulama

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

G+ Official

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]