Connect with us

Pentolan PDIP DKI Sebut Kebijakan Anies Tak Masuk Akal

Nasional

Pentolan PDIP DKI Sebut Kebijakan Anies Tak Masuk Akal

ISLAMINEWS – Ketua Fraksi PDI-P di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritisi sejumlah kebijakan yang dibuat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pertama, terkait penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Menurutnya, Anies-Sandi melanggar sejumlah aturan karena membuat kebijakan menutup salah satu sisi Jalan Jati Baru di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang, dan diperuntukan bagi pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

Adapun sejumlah aturan yang dilanggar karena mengizinkan warga berjualan di badan jalan, yakni Pasal 28 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 63 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 27 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 dan 25 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.

Gembong mengatakan, sebagai pemimpin harusnya Anies-Sandi memberikan contoh yang baik, bukan mengajarkan warga untuk melanggar aturan-aturan yang ada.

“Melanggar aturan kan itu. Melanggar Perda dan Undang-undang. Jadi semua warga Jakarta termasuk pimpinannya harus patuh kepada aturan yang ada di DKI Jakarta ini, masa gubernur mengajari warganya melanggar aturan,” ujar Gembong kepada NNC, Kamis (18/1/2018).

“Warga Jakarta diajarkan oleh gubernur melanggar aturan, melanggar Perda, melanggar Undang-undang, masa itu mau kita bebaskan begitu saja,” ungkap Gembong.

Kebijakan lain yang dikritik Gembong adalah soal rencana Anies-Sandi mengoperasikan kembali moda transportasi becak di jalan-jalan perkampungan ibukota. Ia menyebut rencana itu tidak tepat dan menunjukkan kemunduran dalam penataan ibukota.

“Gak mungkin baguslah, mundur 20-30 tahun ke belakang lah. Bayangkan hari ini masih bicara becak, kan mundur ke 30 tahun yang lalu,” paparnya.

Bahkan Gembong menilai rencana Pemprov DKI itu tidak masuk akal. Apalagi jika menelisik bagaimana perjuangan pemimpin-pemimpin sebelumnya untuk meniadakan transportasi beroda tiga tersebut.

“Untuk menggusur becak di DKI Jakarta ini mengorbankan alokasi anggaran yang luar biasa besar, bahkan nyawa pun dikorbankan untuk menertibkan becak. Hari ini mau dihidupkan kembali, kan gak masuk akal,” tandasnya. [INC/babe]

Gabung Di Grup Telegram. KIK DISINI
Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

G+ Official

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]