Connect with us

Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, Raja Salman Kecam Donald Trump

Timur Tengah

Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, Raja Salman Kecam Donald Trump

ISLAMINEWS.com – Meski dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat (AS), Raja Salman dari Arab Saudi, mengatakan keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel salah. Ia juga mengkritik keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hal itu diungkapkan Pria berusia 82 tahun itu pada pertemuan tingkat tinggi Liga Arab ke-29 di kota Dhahran, sebuah kota yang kaya minyak.

“Kami tegaskan penolakan kami terhadap keputusan AS tentang Yerusalem,” ujar Raja Salman.

“Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina,” imbuhnya seperti dikutip dari Sky News, Minggu (15/4/2018).

Raja Salman menegaskan dia tidak senang dengan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, pendapat yang didukung oleh para pemimpin lain pada pertemuan puncak itu.

Ia juga mengumumkan sumbangan USD150 untuk pemeliharaan warisan Islam di Yerusalem Timur, termasuk masjid Al Aqsa, dan USD50 juta dalam bentuk pendanaan untuk badan PBB yang memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina (UNRWA).

Fokus utama pidato pembukaan Raja Salman adalah Iran, yang ia kritik karena aksi teroris dan campur tangan terang-terangan dalam urusan regional, khususnya konflik di Yaman.

Kedua negara saingan tersebut terlibat dalam perang proksi di Yaman dan Suriah, tetapi juga mendukung kubu oposisi di Libanon, Irak dan Bahrain.

Ada sedikit yang menyebutkan tentang Suriah, di mana presidennya Bashar al Assad tidak diundang ke pertemuan puncak itu.

Negara-negara Teluk telah menyumbangkan sejumlah besar uang untuk membantu para pengungsi dari Suriah tetapi belum secara resmi menawarkan suaka kepada mereka.

Dan, meskipun mereka mengutuk serangan kimia yang dicurigai awal bulan ini, anggota liga tidak mungkin meminta Assad untuk mundur.    (iNews/snc)

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Timur Tengah

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: