Connect with us

Politisi Nasdem: Perbuatan Cabul di Kamar tak Perlu Dipidana

Nasional

Politisi Nasdem: Perbuatan Cabul di Kamar tak Perlu Dipidana

ISLAMINEWS – Perluasan pidana asusila di rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tengah menuai sorotan. Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi mengatakan bahwa persoalan ini, termasuk soal lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) masih dibicarakan secara hati-hati di Komisi III.

“Masyarakat Indonesia secara umum, kemudian umat Islam dan umat agama lain, mereka ini ingin menghendaki agar masalah LGBT ini masuk ke KUHP dan itu menjadi pidana umum. Kemudian ada pihak berseberangan yang menghendaki persoalan itu tidak boleh masuk ranah pidana umum, jadi (mereka menilai bahwa) itu adalah persoalan pribadi,” kata Taufiqilhadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/1) sebagaimana dikutip VIVA News.

Menurut dia, banyak yang berpendapat bahwa praktik cabul termasuk hubungan sesama jenis/homoseksual di depan umum perlu dipidana. Hukuman yang diusulkan adalah pidana penjara maksimal sembilan tahun.

“Banyak yang berpendapat bahwa kalau ini di depan umum, praktik homoseksual itu adalah berlangsung di depan umum secara terbuka seperti pesta seks dan sebagainya kemudian di-viral-kan, maka itu harus dipidana. Hukumannya maksimal 9 tahun. Tetapi kan belum final,” kata Taufiqulhadi.

Sementara jika dilakukan di ruang privat seperti rumah dan sebagainya, politisi dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini sendiri menilai bahwa hal itu tak perlu dipidana. Namun, soal ini harus dirumuskan secara hati-hati.

“Kalau dilakukan tidak di depan umum atau di kamarnya, artinya secara tidak terang-terangan, ya maka itu tidak bisa dipidana. Walaupun dia ini adalah disergap di kamarnya misalnya, diketahui di dalam kamarnya, itu tidak bisa dipidana. Menurut saya, kemudian kalau digrebek itu tidak bisa dipidana,” kata dia. [iNews/aln]

Gabung Di Grup Telegram. KIK DISINI
Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

G+ Official

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]