Connect with us

POTONG 2,5% GAJI PNS UNTUK ZAKAT, PEMERINTAH DITANTANG TERAPKAN ISLAM SECARA KAFFAH, JANGAN CUMA YANG ADA DUITNYA

Nasional

POTONG 2,5% GAJI PNS UNTUK ZAKAT, PEMERINTAH DITANTANG TERAPKAN ISLAM SECARA KAFFAH, JANGAN CUMA YANG ADA DUITNYA

ISLAMINEWS – Pemerintah akan memotong 2,5 persen dari gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk membayarkan zakat. Ketentuan itu berlaku khusus PNS muslim dan akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur zakat atas gaji pokok Aparatur Sipil Negara ( ASN).

“Kita sedang siapkan Perpres agar semua ASN di seluruh kementerian dan lembaga bisa dipungut zakatnya dari gaji pokok yang diterima,” kata Lukman dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat (2/2/2018).

Data Baznas melaporkan penghimpunan zakat tahun 2017 baru mencapai Rp 7 triliun. Padahal potensi zakat di Indonesia tembus Rp 200 triliun.

***

Pengaturan pemerintah sampai harus menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk potongan zakat dari gaji PNS ini menimbulkan pro dan kontra luas di publik.

‏”Lha ibadah kok harus dipaksa pemerintah?” komentar Karni Ilyas, pemandu ILC tvOne, melalui akun twitternya.

Pakar hukum tata negara, Prof. Mahfud berkomentar:

‏”Niatnya Pak Menag mungkin baik. Utk berbuat baik kadang hrs setengah dipaksa, Tp zakat itu baru wajib jika sdh mencapai nishab & haul (tersimpan setahun). Bgmn kalau gaji PNS tak mencapai nishab & haul, msl, krn bayar hutang & keperluan lain? Pikir lg lah,” ujar Mahfud MD melalui akun twitternya.

Ada juga yang menyoal kenapa pemerintah cuma mengurusi syariat Islam yang ada duitnya saja, seperti Zakat, dan menantang pemerintah kalau mau menerapkan Islam jangan sepotong-potong dipilah pilih, tapi secara kaffah (menyeluruh).

“Gaji PNS dipotong 2,5 % untuk zakat, pake Perpres (peraturan Presiden) pula, ibadah kok dipaksa? Sekalian paksa rakyat shalat tepat 5 waktu, paksa rakyat menutup aurat, paksa rakyat meninggalkan zina dan LGBT, paksa rakyat berhukum dengan hukum Allah. Mbo ya buat peraturan itu jangan separo-separo Pak karena melirik dananya saja, tapi berislamlah dengan kaffah….,” komen Yanti Tanjung yang disampaikan di akun fbnya.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِى ٱلسِّلۡمِ ڪَآفَّةً۬

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya (kaffah)…” [QS 2: 108]

Lha ibadah kok harus dipaksa pemerintah? https://t.co/FCwIRoVXew
— Karni ilyas (@karniilyas) 5 Februari 2018
Niatnya Pak Menag mungkin baik. Utk berbuat baik kadang hrs setengah dipaksa, Tp zakat itu baru wajib jika sdh mencapai nishab & haul (tersimpan setahun). Bgmn kalau gaji PNS tak mencapai nishab & haul, msl, krn bayar hutang & keperluan lain? Pikir lg lah. https://t.co/dANGrhysaS
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 6 Februari 2018

[iNews/dmc]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: