Connect with us

Presiden Baru Diwarisi Utang 5 Ribu Triliun

Ekonomi

Presiden Baru Diwarisi Utang 5 Ribu Triliun

ISLAMINEWS – Kesinambungan fiskal APBN akan terus berlanjut dan sehat kalau keseimbangan primernya positif. Sehingga, kemampuan mengembalikan utang lancar.

Demikian disampaikan Jubir PKS Muda Bidang Ekonomi dan Poliitik Muhammad Kholid dalam diskusi PKSMuda Talks bertajuk “Meroketknya Utang Jokowi” di DPP PKS, Jakarta Selatan, Jumat (9/3).

Dia mengatakan apabila pola pembiayaan terus dilakukan seperti saat ini, terlebih kondisi ekonomi global sedang buruk, di akhir 2019 utang RI bisa tembus Rp 5000 triliun. Dibagi 260 juta penduduk Indonesia artinya tiap orang akan membayarkan utang Rp 19 juta, bukan Rp 13 juta lagi seperti pernah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada April tahun lalu .

“Ini akan menjadi warning buat kita. Apalagi dengan problem infrastruktur yang agak pelik, utang dengan BUMN juga akan bermasalah. Ada utang dengan swasta juga nantinya. Vitalitas APBN sendiri sedang tidak kuat,” ungkapnya.

Khalid menyebutkan survei dari Bank Indonesia (BI) juga menjadi warning. BI melalui surveinya menyebutkan keyakinan konsumen menurun sepanjang Februari 2018, di antaranya terlihat dari penundaan pembelian barang, dan masih lemahnya ekspetasi konsumen terhadap beberapa indikator perekonomian pada enam bulan mendatang.

Diketahui, hasil survei konsumen BI terhadap 4600 rumah tangga menyebutkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun di Februari 2018 menjadi 122,5 dibanding Januari 2018 yang sebesar 126,1.

BACA JUGA:

“Harus diakui Jokowi memang ambisius. Tapi tidak melihat kapasitas resources yang terbatas sekali. Jika pola pembiayaan masih seperti sekarang ini, maka 2019 nanti, siapapun presidennya akan mewarisi utang yang sangat luar biasa,” kata Kholid. [iNews/rmol]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: