Connect with us

Ratna Sarumpaet: Akan Kualat! Penggagas Calon Tunggal di Pilpres 2019

Nasional

Ratna Sarumpaet: Akan Kualat! Penggagas Calon Tunggal di Pilpres 2019

ISLAMINEWS – Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan tidak akan ada poros baru selain pendukung Joko Widodo.

Ketua DPR RI ini menolak jika dikatakan calon tunggal di Pilpres akan merusak iklim demokrasi di Indonesia. Menurut Bamsoet, dengan adanya calon tunggal justru mencegah konflik antara masyarakat sehingga Pilpres berjalan lancar.

Polemik soal calon tunggal capres 2019 pun semakin menguat. Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay berharap jangan menciptakan Pilpres dengan paslon tunggal. “Jangan ciptakan Pilpres dengan paslon tunggal. Sekalipun peraturan per UU memberi ruang. Kan parpol kita banyak. Juga, kan banyak yang mengaku punya calon. Memang rekayasa ‘presidential threshold’ sangat membatasi jumlah paslon. namun, masyarakat berhak punya beberapa pilihan paslon,” tulis Hadar di akun Twitter @HadarNG.

Pernyataan lebih keras disampaikan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. Menurut Ratna, para penggagas calon tunggal Pilpres 2019 akan kualat. “Kalau benar UU Pemilu dirancang untuk Calon Tunggal di Pilpres, maka besar kemungkinan para Penggagasnya dan Impian mereka yang keterlaluan akan KUALAT,” tegas Ratna di akun @RatnaSpaet.

Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman di akun @msi_sohibuliman menulis: “Kita harus terus ikhtiar agar ada calon di luar Pak Jokowi. Jika lawan beliau itu kotak kosong tidak sehat bagi demokrasi. Apalagi jika yang tidak ingin beliau 2 periode terkonsolidasi sampai 50%+1, jadi catatan buruk di mana presiden inkumben kalah o/ kotak kosong. Kita harus jaga marwah presiden.”

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan mencium adanya upaya untuk membuat calon tunggal di Pilpres 2019. “Saya kira ada upaya calon tunggal itu untuk melindungi menciptakan suatu oligarki ya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen (02/03).

Menurut Fadli, upaya itu suatu kemunduran demokrasi Indonesia. “Satu kemunduran dalam demokrasi kita membahayakan demokrasi kita kalau kemudian mau menciptakan suatu oligarki tersendiri,” ungkap Fadli. [iNews/itd]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]