Connect with us

Tak Dukung LGBT, Jazuli: Ini Harga Mati Buat Fraksi PKS

Hukum

Tak Dukung LGBT, Jazuli: Ini Harga Mati Buat Fraksi PKS

ISLAMINEWS – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini memastikan, partainya tidak termasuk ke dalam salah satu partai yang disebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendukung perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Ia sudah menginstruksikan kepada anggotanya untuk mengawal dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) KUHP agar LGBT harus dilarang.

“Saya pastikan tidak mungkin. Kita justru lagi berjuang (LGBT) harus masuk pelarangannya dalam KUHP,” tegas Jazuli kepada Republika.co.id, melalui aplikasi pesan singkat, Sabtu (20/1).

Jazuli kemudian menjelaskan, sebagai Ketua Fraksi PKS, ia sudah menginstruksikan kepada para anggotanya di Komisi III DPR RI dan Panja RUU KUHP untuk mengawal hal itu dengan serius. Ia kembali mengatakan, LGBT harus masuk pelarangannya di KUHP.

“Karena LGBT bertentangan dengan Pancasila, dengan ajaran agama apa pun, dengan adat ketimuran, dan dengan UU tujuan pendidikan nasional. Ini harga mati buat Fraksi PKS,” ucapnya.

Karena itu, dia kemudian mengajak semua pihak untuk kompak menjaga ajaran seluruh agama yang diakui di Indonesia. Ia juga mengajak agar semua menjaga nilai-nilai Pancasila.

“Kita jaga moralitas anak bangsa agar tetap baik, kita jaga adat ketimuran yang turun-temurun yang baik dan mulia, kita laksanakan UU Pendidikan secara konsekuen. LGBT bertentangan dengan itu semua,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat ini sudah ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku LGBT berkembang di Indonesia. Namun Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT tersebut.

“Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT,” kata Zulkifli di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (20/1). [INC/rol]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]