Connect with us

Ternyata Rektor UIN Sunan Kalijaga Jadi Saksi Ahli Lawan HTI, Bukti Rezim Anti Islam

Nasional

Ternyata Rektor UIN Sunan Kalijaga Jadi Saksi Ahli Lawan HTI, Bukti Rezim Anti Islam

ISLAMINEWS – Sidang Lanjutan Gugatan HTI terhadap Pemerintah di PTUN hari ini (08/03) berlanjut. Informasi yang diterima jurnalis kami menyebutkan sidang PTUN kali menghadirkan saksi dari Pemerintah. Saksi dari pemerintah disebutkan bahwa adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui bersama, Prof KH Yudian Wahyudi PhD, melakukan tindakan dikriminasi dengan larangan bercadar di kampus islam berlabel negeri tersebut. Al-Khilafah, menghubungi Rizqi Awal (Alumni Dakwah Kampus, Pengamat Politik Jakarta Sharia Community).

Menurut Rizqi, menghadirkan saksi ahli Rektor UIN ini membuktikan adanya diskriminasi dan upaya anti islam.

“Hadirnya Rektor UIN Suka (sunan Kalijaga,red) dalam sidang saksi ahli dari pemerintah ini justru memperlihatkan bahwa memang benar ada diskriminasi dan upaya anti islam,” ujar Rizqi.

Lanjutnya, “Kita kan tahu Rektor ini kontroversi. Bagaimana bisa bersikap adil, toh dia melakukan diskriminasi terhadap cadar. Mikirlah!”

Sementara di akhir penuturannya, Rizqi berharap PTUN bisa memenangkan HTI yang selama ini memang benar dan tak bersalah.

“Saya berharap, para hakim PTUN itu bersikap adil, ya dengan memenangkan perkara ini untuk HTI karena mereka benar dan tak bersalah,” ujinya mengakhiri pembicaraan.

Kehadiran rektor UIN Sunan Kalijaga ini adalah sebuah penodaan hukum ditengah polemik yang lagi menjadi kontroversi hangat. Rencana kebijakan pelarangan cadar dan dosen HTI dikampusnya membuat semua elemen masyarakt berteriak mulai dari organisasi HAM, ormas-ormas Islam, DPR bahkan ketua MPR ikut menanggapi rencana kebijakan kontroversial itu.

Namun anehnya ditengah hiruk pikuk ini, malah pemerintah menghadirkan rektor UIN ini menjadi saksi di sidang PTUN HTI vs Pemrintah hari ini. [iNews/dmc]

Gabung Di Grup Telegram. KIK DISINI
Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

G+ Official

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini:
[KLIK 2X CLOSE]