Connect with us

Tolak Kriminalisasi Ulama, Prabowo Ajak Umat Islam Bangkit

Nasional

Tolak Kriminalisasi Ulama, Prabowo Ajak Umat Islam Bangkit

ISLAMINEWS – Tolak Kriminalisasi Ulama, Prabowo Ajak Umat Islam Bangkit – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengajak umat Islam bangkit untuk merebut milenium ketiga. Ajakan tersebut disertai imbauan kepada aparat keamanan agar tidak mudah mengkriminalkan ulama atas dasar ceramahnya. Siapa sasaran tembak Prabowo?

Ketika menghadiri acara peringatan 50 tahun Pondok Pesantren Daar El-Qolam di Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang, Prabowo mengingatkan bahwa Islam pernah berjaya di milenium pertama. Namun memasuki milenium kedua hingga saat ini, dunia Islam terpuruk, kalah oleh barat. “Milenium ketiga kita (Islam, pen) harus kembali berkontribusi kepada peradaban dunia,” seru Prabowo seperti dikutip detik.com (20/1/18).

Tidak ada yang salah dengan imbauan dan ajakan Prabowo. Sudah saatnya umat Islam meninggalkan perdebatan yang tidak perlu, peperangan yang mencerai-beraikan, untuk kembali bersama-sama membangun peradaban seperti yang pernah dilakukan tokoh-tokoh ternama dunia Islam di lebih dari seribu tahun lalu. Sudah terlalu lama dunia Islam terpuruk sehingga masyarakat non Muslim hanya mengenal Islam dengan wajah kekinian yang kebetulan dihiasi dengan perang tak berkesudahan dan kekerasan kemanusiaan oleh sekelompok orang atas nama agama. Bahwa Islam pernah menguasai hampir 2/3 dunia, melahirkan begitu banyak ilmuwan terkemuka dan membentuk peradaban dari Eropa, Afrika hingga Asia, terlupakan begitu saja.

Tentu bukan untuk menyombongkan diri ketika Prabowo mengingatkan kembali sejarah itu. Kita memahami arahnya. Sudah menjadi kewajiban tokoh-tokoh seperti Prabowo memberikan motivasi kepada generasi muda. Terlebih saat ini banyak pemuda Muslim yang minder ketika berbicara tentang Islam karena mungkin tidak tahu bahwa Islam pun pernah dan akan terus memberikan sumbangsih pada peradaban dunia.

Namun sayangnya, Prabowo mengaitkan “motivasinya” dengan menyoroti kondisi kekinian yang kurang tepat. Prabowo menempatkan diri di “seberang” aparat penegak hukum sehingga kerap “mendengar” dugaan kriminalisasi terhadap ulama. Prabowo pun meminta penegak hukum tidak gegabah memproses aduan soal ceramah ulama.

Salahkah imbauan Prabowo? Tentu tidak. Hanya saja, patut disesalkan karena Prabowo mencampurkan kisah tentang kejayaan Islam dengan dugaan kriminalisasi terhadap ulama. JIka tidak hati-hati mencernanya, pidato Prabowo bisa dimaknai sebagai ajakan melawan tindakan aparat yang mengkriminalisasi ulama untuk kebangkitan Islam. Pidato Prabowo semakin relevan karena beberapa waktu lalu polisi kembali menetapkan ulama, yakni Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, sebagai tersangka ujaran kebencian.

Jika faktanya demikian, kita dukung sepenuhnya statemen Prabowo. Persoalannya,Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan polisi tidak pernah melakukan kriminalisasi terhadap ulama, termasuk kepada Habib Rizieq Syihab. Menurut Tito, proses hukum terhadap para ulama sudah diatur dalam hukum pidana, bukan mengada-ada.

Kita tidak tidak dalam posisi memberikan penilaian siapa yang benar, atau pun membenarkan ada kriminalisasi atau tidak. Silakan memberikan penilaian sendiri. Tulisan ini hanya ingin menyoroti mengapa Prabowo cenderung setuju dengan apa yang “didengar”, lalu mengaitkannya dengan kebangkitan Islam. Tentu sangat disayangkan, pesan yang disampaikan, tentang kejayaan Islam menjadi bias karena ada muatan lain yang masih debatable. Kita tidak bisa menafikan masih banyak orang Islam yang belum sependapat jika proses hukum terhadap beberapa ulama itu sebagai bentuk kriminalisasi. Masih banyak pula yang meyakini apa yang terjadi saat ini hanya gontok-gontokkan politik antara kubu yang mengatasnamakan Islam dengan mereka yang menolak politisasi Islam. Tentu pendapat mereka harus dihargai sekalipun mungkin kita tidak sependapat.

Kembali kepada pidato Prabowo, alangkah bijak jika Prabowo memisahkan ajakan untuk kebaikan dengan kepentingan politik sesaat. Kejayaan Islam terlalu agung jika hanya dijadikan alat untuk meraih tujuan politik jangka pendek. [INC/zpc]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: