Connect with us

Waduh! Pelapor Akui Perkarakan Alfian Tanjung atas Perintah Sekjen PDI-P

Hukum

Waduh! Pelapor Akui Perkarakan Alfian Tanjung atas Perintah Sekjen PDI-P

ISLAMINEWS – Persidangan Alfian Tanjung hari ini, Rabu (24/01/2018) memasuki tahap pembuktian. Alfian dituduh telah melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui Twitter.

Jaksa Penuntut Umum mendatangkan tiga saksi untuk menguatkan dakwaan. Mereka adalah Tanda Perdamean selaku saksi pelapor, Muhammad Aditia Pahlevi seorang redaktur situs sebarr.com, dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.

Tanda menjelaskan pelaporan terhadap Alfian Tanjung dilakukan setelah mendapat mandat dari Sekjen PDI-P.

“Pada tanggal 31 Januari 2017 sekitar jam 2an di kantor Diponegoro, saya diberikan dokumen oleh staf dari Sekjen PDI-P dan disuruh mempelajari dokumen tersebut, serta melaporkan hal ini ke polisi esok harinya,” tutur Tanda di hadapan majelis hakim di ruang persidangan Kusuma Atmadja III, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Saya baca perkara Twitter Alfian Tanjung ini dari berita online yaitu sebarr.com, (yang dimuat dalam dokumen) yang diberikan oleh staf Hasto. Dalam berita itu, ada cuitan di Twitter yang berbunyi ‘PDIP 85% kadernya adalah kader PKI’,” lanjutnya.

Dalam dokumen tersebut, Tanda mengatakan cuitan ditulis oleh akun dengan foto profil Alfian Tanjung. “Setelah mendapat perintah untuk melaporkan hal itu ke polisi, saya kemudian mencari berita itu (langsung) dari situs sebarr.com yang ada di dokumen,” ungkapnya.

Tanda mengungkapkan dirinya menemukan berita itu memang tertulis di situs sebarr.com. “Banyak komentar dari berita itu yang menanyakan dari mana data dia (Alfian Tanjung). Di berita itu disebutkan bahwa cuitan ini sudah viral di YouTube,” katanya.

Hakim kemudian bertanya kepadanya, apakah berita serupa tentang cuitan Alfian Tanjung itu dimuat di situs berita online lainnya, Tanda menjawab, “Tidak tahu dan tidak menemukan berita semisal.”

“Saya hanya mencari di berita online dan di Google. Karena saya juga seperti yang tadi dikatakan, saya tidak punya Twitter,” ungkapnya. [iNews/kbn]

Loading...

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

Gabung Grup Telegram

Trending

Politik

Khazanah

Hukum

To Top
%d blogger menyukai ini: